Prinsip Prinsip Tata Letak Dalam Desain Grafis
1.Definisi Tata Letak
A.Pengertian
Layout didalam bahasa memiliki arti tata letak. Sedangkan menurut istilah, layout merupakan usaha untuk menyusun, menata, atau memadukan elemenelemen atau unsur-unsur komunikasi grafis (teks, gambar, tabel dll) menjadikan komunikasi visual yang komunikatif, estetik dan menarik.
B.Teori
Tata letak pabrik adalah suatu rancangan fasilitas, menganalisis, membentuk konsep, dan mewujudkan sistem pembuatan barang atau jasa. ...Tata letak pabrik juga merupakan salah satu bagian terbesar dari suatu studi perancangan fasilitas (Facilities design).
A. Pengertian Tata Letak Menurut Para Ahli
Menurut Manahan P. Tampubolon, (2004: 149) dikatakan bahwa “Tata letak adalah susunan letak fasilitas operasional perusahaan, baik yang ada dalam bangunan maupun di luar”.
Menurut Lee Krajewski, Larry Ritzman, dan Manj Malhotra (2007: 302) yang artinya, “Tata Letak adalah suatu perencanaan yang melibatkan keputusan mengenai penyusunan dan penataan tata letak dari suatu pusat aktivitas ekonomi yang dibutuhkan oleh setiap fasilitas yang memiliki berbagai macam proses”.
Menurut Render dan Heizer (2005: 272) diterjemahan oleh Dwi Anoegrahwati dan Indra Almahdy, mendefinisikan tentang layout sebagai berikut: “tata letak merupakan salah satu keputusan yang menentukan efesiensi operasi perusahaan dalam jangka panjang”.
Menurut Zulian Yamit (2003: 130) mengemukakan bahwa : “Pengaturan tata letak fasilitas pabrik adalah rencana pengaturan semua fasilitas produksi guna memperlancar proses produksi yang efektif dan efesien”.
Sedangkan menurut Sofjan Assauri (2004: 57) “Tata letak adalah fase yang termasuk dalam desain dari suatu produksi”.
Dan menurut Sritomo Wignojosubroto mengemukakan pada bukunya “Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan” (2003: 67), plant layout adalah “Tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas pabrik guna menunjang kelancaran produksi”.
Dari beberapa pengertian tata letak pabrik di atas, dapat disimpulkan bahwa plant layout merupakan suatu sistem yang saling terintegrasi di antara seluruh fasilitas-fasilitas yang menduung seluruh kegiatan produksi dari bahan baku atau masukan (input) hingga keluaran (output) hingga selama proses tersebut dapat tercapai suatu nilai tambah yang berupa efesiensi dan efektifitas operasi perusahaan sehingga proses produksi dapat berjalan dengan lancar.
B. Pentingnya Plant Layout
Setelah pabrik dipilih untuk menempati suatu daerah dengan memperhitungkan berbagai faktor, maka ada hal lain yang harus diperhatikan yaitu bagaimana menempatkan layout pabrik, sebab al ini merupakan usaha untuk meminimumkan biaya produksi. Perpindahan dan pergerakan barang yang tidak perlu menyebabkan adanya tambahan-tambahan pengeluaran biaya, maka dengan demikian perusahaan membutuhkan layout yang tepat untuk mengurangi tambahan-tambahan biaya tersebut sehingga lebih efektif dan efesien.
Layout merupakan salah satu keputusan yang menentukan efesiensi dan efektifitas operasional perusahaan dalam jangka panjang. Layout memiliki berbagai implikasi strategis karena tata letak menentukan daya saing perusahaan dalam hal kapasitas proses, fleksibilitas, dan biaya, serta mutu kehidupan kerja.
Menurut Barry Render dan Jay Heizer (2005: 272) diterjemahkan oleh Dwi Anoegrahwati dan Indra Almahdy, bahwa layout yang efektif dapat membantu perusahaan dalam mencapai hal-hal berikut:
1. Pemanfaatan yang lebih besar atas ruangan, peralatan, dan manusia.
2. Arus informasi, bahan baku, dan manusia yang lebih baik.
3. Lebih memudahkan konsumen.
4. Peningkatan moral karyawan, dan kondisi kerja yang lebih aman.
Mengingat pentingnya faktor layout di dalam suatu pabrik, maka perencanaan layout harus dilakukan dengan baik sehingga dapat memenuhi kebutuhan perusahaan untuk tetap bersaing.
C. Tujuan Plant Layout
Menurut Murdifin Haming dan Mahfud Nurnajamuddin (2007: 292) dalam bukunya “Manajemen Produksi Modern” tujuan perencanaan tata letak antara lain:
1. Meminimalisasi Material Hadling Cost
Di sisi lain, tata letak yang baik itu akan menunjang pelaksanaan proses produksi secara efesien. Lebih jauh lagi, simplikasi dari proses produksi yang efesien dapat disebutkan sebagai:
a. Efesiensi penggunaan peralatan produksi dapat ditingkatkan.
b. Pengurangan waktu tunggu.
c. Penumpukan barang dalam proses dapat dikurangi.
d. Pemeliharaan fasilitas produksi menjadi mudah.
e. Peningkatan produktivitas perusahaan.
2. Efektivitas penggunaan ruangan pabrik.
3. Tingkat penggunaan tenaga kerja pabrikasi.
4. Mengurangi kendala kelancaran proses produksi.
5. Memudahkan komunikasi.
2.Prinsip Prinsip Tata Letak
A.Prinsip Prinsip Tata Letak
1.Proporsial/Kesebandingan (Proportion)
Proporsi pada dasarnya merupakan prinsip dari sebuah desain grafis yang berfungsi dalam keselarasan atau keserasian sebuah hasil pembuatan cipta karya yang membutuhkan perbandingan yang cocok untuk hasil yang desain yang bagus atau tepat. Kesatuan ini sangat membantu semua elemen yang ada seperti kepunyaan bersama. Pada intinya, proporsi ini sebuah perbandingan secara sistematik pada sebuah bidang yang ada. Ada pula Proporsi Agung atau sebutan lainnya adalah The Golden Man merupakan proporsi yang sangat terkenal dalam pemakaiannya dari seni rupa hingga ke tingkat yang lebih tinggi yang menggabungkan semua unsur dan dapat dijangkau dengan memberikan hubungan yang satu dengan yang lain sebuah elemen
A.Pengertian
Layout didalam bahasa memiliki arti tata letak. Sedangkan menurut istilah, layout merupakan usaha untuk menyusun, menata, atau memadukan elemenelemen atau unsur-unsur komunikasi grafis (teks, gambar, tabel dll) menjadikan komunikasi visual yang komunikatif, estetik dan menarik.
B.Teori
Tata letak pabrik adalah suatu rancangan fasilitas, menganalisis, membentuk konsep, dan mewujudkan sistem pembuatan barang atau jasa. ...Tata letak pabrik juga merupakan salah satu bagian terbesar dari suatu studi perancangan fasilitas (Facilities design).
A. Pengertian Tata Letak Menurut Para Ahli
Menurut Manahan P. Tampubolon, (2004: 149) dikatakan bahwa “Tata letak adalah susunan letak fasilitas operasional perusahaan, baik yang ada dalam bangunan maupun di luar”.
Menurut Lee Krajewski, Larry Ritzman, dan Manj Malhotra (2007: 302) yang artinya, “Tata Letak adalah suatu perencanaan yang melibatkan keputusan mengenai penyusunan dan penataan tata letak dari suatu pusat aktivitas ekonomi yang dibutuhkan oleh setiap fasilitas yang memiliki berbagai macam proses”.
Menurut Render dan Heizer (2005: 272) diterjemahan oleh Dwi Anoegrahwati dan Indra Almahdy, mendefinisikan tentang layout sebagai berikut: “tata letak merupakan salah satu keputusan yang menentukan efesiensi operasi perusahaan dalam jangka panjang”.
Menurut Zulian Yamit (2003: 130) mengemukakan bahwa : “Pengaturan tata letak fasilitas pabrik adalah rencana pengaturan semua fasilitas produksi guna memperlancar proses produksi yang efektif dan efesien”.
Sedangkan menurut Sofjan Assauri (2004: 57) “Tata letak adalah fase yang termasuk dalam desain dari suatu produksi”.
Dan menurut Sritomo Wignojosubroto mengemukakan pada bukunya “Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan” (2003: 67), plant layout adalah “Tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas pabrik guna menunjang kelancaran produksi”.
Dari beberapa pengertian tata letak pabrik di atas, dapat disimpulkan bahwa plant layout merupakan suatu sistem yang saling terintegrasi di antara seluruh fasilitas-fasilitas yang menduung seluruh kegiatan produksi dari bahan baku atau masukan (input) hingga keluaran (output) hingga selama proses tersebut dapat tercapai suatu nilai tambah yang berupa efesiensi dan efektifitas operasi perusahaan sehingga proses produksi dapat berjalan dengan lancar.
B. Pentingnya Plant Layout
Setelah pabrik dipilih untuk menempati suatu daerah dengan memperhitungkan berbagai faktor, maka ada hal lain yang harus diperhatikan yaitu bagaimana menempatkan layout pabrik, sebab al ini merupakan usaha untuk meminimumkan biaya produksi. Perpindahan dan pergerakan barang yang tidak perlu menyebabkan adanya tambahan-tambahan pengeluaran biaya, maka dengan demikian perusahaan membutuhkan layout yang tepat untuk mengurangi tambahan-tambahan biaya tersebut sehingga lebih efektif dan efesien.
Layout merupakan salah satu keputusan yang menentukan efesiensi dan efektifitas operasional perusahaan dalam jangka panjang. Layout memiliki berbagai implikasi strategis karena tata letak menentukan daya saing perusahaan dalam hal kapasitas proses, fleksibilitas, dan biaya, serta mutu kehidupan kerja.
Menurut Barry Render dan Jay Heizer (2005: 272) diterjemahkan oleh Dwi Anoegrahwati dan Indra Almahdy, bahwa layout yang efektif dapat membantu perusahaan dalam mencapai hal-hal berikut:
1. Pemanfaatan yang lebih besar atas ruangan, peralatan, dan manusia.
2. Arus informasi, bahan baku, dan manusia yang lebih baik.
3. Lebih memudahkan konsumen.
4. Peningkatan moral karyawan, dan kondisi kerja yang lebih aman.
Mengingat pentingnya faktor layout di dalam suatu pabrik, maka perencanaan layout harus dilakukan dengan baik sehingga dapat memenuhi kebutuhan perusahaan untuk tetap bersaing.
C. Tujuan Plant Layout
Menurut Murdifin Haming dan Mahfud Nurnajamuddin (2007: 292) dalam bukunya “Manajemen Produksi Modern” tujuan perencanaan tata letak antara lain:
1. Meminimalisasi Material Hadling Cost
Di sisi lain, tata letak yang baik itu akan menunjang pelaksanaan proses produksi secara efesien. Lebih jauh lagi, simplikasi dari proses produksi yang efesien dapat disebutkan sebagai:
a. Efesiensi penggunaan peralatan produksi dapat ditingkatkan.
b. Pengurangan waktu tunggu.
c. Penumpukan barang dalam proses dapat dikurangi.
d. Pemeliharaan fasilitas produksi menjadi mudah.
e. Peningkatan produktivitas perusahaan.
2. Efektivitas penggunaan ruangan pabrik.
3. Tingkat penggunaan tenaga kerja pabrikasi.
4. Mengurangi kendala kelancaran proses produksi.
5. Memudahkan komunikasi.
2.Prinsip Prinsip Tata Letak
A.Prinsip Prinsip Tata Letak
1.Proporsial/Kesebandingan (Proportion)
Proporsi pada dasarnya merupakan prinsip dari sebuah desain grafis yang berfungsi dalam keselarasan atau keserasian sebuah hasil pembuatan cipta karya yang membutuhkan perbandingan yang cocok untuk hasil yang desain yang bagus atau tepat. Kesatuan ini sangat membantu semua elemen yang ada seperti kepunyaan bersama. Pada intinya, proporsi ini sebuah perbandingan secara sistematik pada sebuah bidang yang ada. Ada pula Proporsi Agung atau sebutan lainnya adalah The Golden Man merupakan proporsi yang sangat terkenal dalam pemakaiannya dari seni rupa hingga ke tingkat yang lebih tinggi yang menggabungkan semua unsur dan dapat dijangkau dengan memberikan hubungan yang satu dengan yang lain sebuah elemen
2.Keseimbangan (Balance)
Keseimbangan merupakan kondisi sebuah desain atau pun benda yang membuat semua kekuatan jadi bekerja dan tidak saling menghilangkan satu dengan yang lain. Ada dua prinsip dasar dari sebuah keseimbangan.
- Keseimbangan Simetris, adalah keseimbangan yang terjadi secara tegak lurus. Keseimbangan kali ini seperti menggunakan dua buah elemen yang mirip seperti menggunakan sebuah kaca cermin.
- Keseimbangan Asimetris, ialah keseimbangan yang terlihat sama tetapi dalam pengaturan berat atau bobot yang berbeda.
3.Irama (Rhythm)
Irama merupakan sebuah pola pengulangan oleh sebuah unsur yang berbeda dan pergerakan secara berurutan yang berkelanjutan. Prinsip ini sesungguhnya ialah hubungan perulangan dan juga bentuk unsur rupa. Penempatan dalam sebuah desain keluaran atau layout secara berulang memberikan hasil yang halus, santai, dan tenang. Pengulangan dan variasi merupakan kunci dalam pembentukan sebuah ritme visual. Ada beberapa macam irama, antara lain Regular rhythm, Flowing rhythm, dan Progressive rhythm.
4.Kontras (Contrast)
Prinsip kontras ini adalah prinsip yang bertujuan untuk menjauhkan bagian desain dalam bidang yang tampak sama. Jika bagian yang tidak diinginkan sama maka secara otomatis akan membuat berbeda dari yang lain. Kontras ini menjadi visualisasi yang membuat ketertarikan-nya sendiri dan kontras inilah yang menarik pertama kali peminat pembaca.
5.Kesatuan (Unity)
Kesatuan merupakan hubungan yang penting, karena dengan ketidak-adaan dari kesatuan ini semua akan terlihat berantakan. Jadi prinsip kesatuan ini merupakan penyatu dari semua elemen yang ada.
6.Harmoni (Keselarasan)
Keselarasan atau harmoni merupakan sebuah bentuk, warna, tema, ukuran dan lain sebagainya. Ternyata keselarasan ini memunculkan suatu keseimbangan dengan prinsip kesatuan.
B.Mengenal Grid Pada Layout
1. Grid System
Sebuah grid diciptakan sebagai solusi terhadap permasalahan penataan elemen-elemen visual dalam sebuah ruang. Grid systems digunakan sebagai perangkat untuk mempermudah menciptakan sebuah komposisi visual. Melalui grid system seorang perancang grafis dapat membuat sebuah sistematika guna menjaga konsistensi dalam melakukan repetisi dari sebuah kompisisi yang sudah diciptakan. Tujuan utama dari penggunaan grid systems dalam desain grafis adalah untuk menciptakan suatu rancangan yang komunikatif dan memuaskan secara estetik.
2. The Golden Section
Di bidang seni grafis, proporsi agung menjadi dasar pembuatan ukuran kertas dan prinsip tersebut dapat digunakan untuk menyusun keseimbangan sebuah desain. Proporsi agung sudah ditemukan sejak jaman kuno untuk menghadirkan proporsi yang sangat sempurna dan indah. Membagi sebuah garis dengan perbandingan mendekati rasio 8 : 13 berarti bahwa jika garis yang lebih panjang dibagi dengan garis yang lebih pendek hasilnya akan sama dengan pembagian panjang garis utuh sebelum dipotong dengan garis yang lebih panjang tadi. Proporsi agung juga dikenal dalam istilah deret bilangan fibonacci yaitu deret bilangan yang setiap bilangannya adalah hasil jumlah dari dua bilangan sebelumnya dan di mulai dari nol. Deret bilangan ini memiliki rasio 8 : 13 yaitu rasio proporsi agung. Bilangan ini sering dipakai dalam pengukuran bangunan, arsitektur, karya seni, huruf hingga layout sebuah halaman karena proporsinya yang harmonis. 0 1 1 2 3 5 8 13 21 34 55 89 144 233 377…
3. The symetrical grid
Dalam grid simetris, halaman kanan akan berkebalikan persis seperti bayangan cermin dari halaman kiri. Ini memberikan dua margin yang sama baik margin luar maupun margin dalam. Untuk menjaga proporsi, margin luar memiliki bidang yang lebih lebar. Layout klasik yang dipelopori oleh Jan Tschichold (1902-1974) seorang typographer dari Jerman ini didasari ukuran halaman dengan proporsi 2:3.
D. Mengorganisir Layout
Layout yang baik mudah untuk mengikuti dan memberikan fokus jelas kepada khalayak untuk membantu agar mudah menemukan cara mereka melalui publikasi, presentasi, atau halaman web. Mengatur dan menekankan informasi Anda untuk membuat pesan Anda sebagai jelas mungkin. Memutuskan apa yang ingin pembaca untuk melihat atau membaca posisi pertama dan itu yang sesuai, kemudian memutuskan apa yang ingin pembaca untuk membaca atau melihat berikutnya. Kualitas tata letak Anda menentukan seberapa cepat pembaca Anda akan diarahkan melalui publikasi cepat dan bagaimana mereka akan dapat membacanya. Pedoman untuk Mengorganisir Layouts:
1. Menggunakan berbagai jenis ukuran untuk berbagai elemen.
2. Membentuk suatu hirarki dari jenis ukuran untuk utama, subheads, teks, dan lain-lain sesuai dengan format.
3. Semua format utama sama, semua teks harus diformat sama, dll
4. Membuat elemen yang paling pentingagar khalayak bisa menemukan hal yang besar pada hal-hal yang kecil.
5. Menggunakan rules (baris) untuk memisahkan informasi ke dalam grup.
6. Menggunakan berbagai jenisketebalan font.
7. Gunakan spasi kosong untuk tujuan desain dalam publikasi.
8. Informasi posisi penting di sudut kiri atas. Di sudut kiri atas biasanya membaca terlebih dahulu. Menempatkan kotak sekitar informasi penting.
9. Berikan bullet pada item-item yang penting.
10. Gunakan warna kebalikan (jenis putih pada latar belakang gelap) untuk memisahkan atau menekankan.
Panduan umum untuk Layouts:
1. Menentukan tujuan anda publikasi, presentasi, atau situs web anda sebelum anda mulai Layout.
2. Membuat dasar pesan yang akan disampaikan dan rencana tata ruang di sekitarnya.
3. Pilih yang sesuai jenis media (halaman web, presentasi, cetak buku, newsletter, atau brosur, dll) dan ukuran.
4. Mengidentifikasi target pemirsa tersebut, kemudian menulis dan mendesain publikasi, presentasi, atau situs web agar selalu berada dalam benak khalayak.
5. Mempertimbangkan kepentingan mereka, membaca tingkat, latar belakang, dll..
B.Mengenal Grid Pada Layout
1. Grid System
Sebuah grid diciptakan sebagai solusi terhadap permasalahan penataan elemen-elemen visual dalam sebuah ruang. Grid systems digunakan sebagai perangkat untuk mempermudah menciptakan sebuah komposisi visual. Melalui grid system seorang perancang grafis dapat membuat sebuah sistematika guna menjaga konsistensi dalam melakukan repetisi dari sebuah kompisisi yang sudah diciptakan. Tujuan utama dari penggunaan grid systems dalam desain grafis adalah untuk menciptakan suatu rancangan yang komunikatif dan memuaskan secara estetik.
2. The Golden Section
Di bidang seni grafis, proporsi agung menjadi dasar pembuatan ukuran kertas dan prinsip tersebut dapat digunakan untuk menyusun keseimbangan sebuah desain. Proporsi agung sudah ditemukan sejak jaman kuno untuk menghadirkan proporsi yang sangat sempurna dan indah. Membagi sebuah garis dengan perbandingan mendekati rasio 8 : 13 berarti bahwa jika garis yang lebih panjang dibagi dengan garis yang lebih pendek hasilnya akan sama dengan pembagian panjang garis utuh sebelum dipotong dengan garis yang lebih panjang tadi. Proporsi agung juga dikenal dalam istilah deret bilangan fibonacci yaitu deret bilangan yang setiap bilangannya adalah hasil jumlah dari dua bilangan sebelumnya dan di mulai dari nol. Deret bilangan ini memiliki rasio 8 : 13 yaitu rasio proporsi agung. Bilangan ini sering dipakai dalam pengukuran bangunan, arsitektur, karya seni, huruf hingga layout sebuah halaman karena proporsinya yang harmonis. 0 1 1 2 3 5 8 13 21 34 55 89 144 233 377…
3. The symetrical grid
Dalam grid simetris, halaman kanan akan berkebalikan persis seperti bayangan cermin dari halaman kiri. Ini memberikan dua margin yang sama baik margin luar maupun margin dalam. Untuk menjaga proporsi, margin luar memiliki bidang yang lebih lebar. Layout klasik yang dipelopori oleh Jan Tschichold (1902-1974) seorang typographer dari Jerman ini didasari ukuran halaman dengan proporsi 2:3.
D. Mengorganisir Layout
Layout yang baik mudah untuk mengikuti dan memberikan fokus jelas kepada khalayak untuk membantu agar mudah menemukan cara mereka melalui publikasi, presentasi, atau halaman web. Mengatur dan menekankan informasi Anda untuk membuat pesan Anda sebagai jelas mungkin. Memutuskan apa yang ingin pembaca untuk melihat atau membaca posisi pertama dan itu yang sesuai, kemudian memutuskan apa yang ingin pembaca untuk membaca atau melihat berikutnya. Kualitas tata letak Anda menentukan seberapa cepat pembaca Anda akan diarahkan melalui publikasi cepat dan bagaimana mereka akan dapat membacanya. Pedoman untuk Mengorganisir Layouts:
1. Menggunakan berbagai jenis ukuran untuk berbagai elemen.
2. Membentuk suatu hirarki dari jenis ukuran untuk utama, subheads, teks, dan lain-lain sesuai dengan format.
3. Semua format utama sama, semua teks harus diformat sama, dll
4. Membuat elemen yang paling pentingagar khalayak bisa menemukan hal yang besar pada hal-hal yang kecil.
5. Menggunakan rules (baris) untuk memisahkan informasi ke dalam grup.
6. Menggunakan berbagai jenisketebalan font.
7. Gunakan spasi kosong untuk tujuan desain dalam publikasi.
8. Informasi posisi penting di sudut kiri atas. Di sudut kiri atas biasanya membaca terlebih dahulu. Menempatkan kotak sekitar informasi penting.
9. Berikan bullet pada item-item yang penting.
10. Gunakan warna kebalikan (jenis putih pada latar belakang gelap) untuk memisahkan atau menekankan.
Panduan umum untuk Layouts:
1. Menentukan tujuan anda publikasi, presentasi, atau situs web anda sebelum anda mulai Layout.
2. Membuat dasar pesan yang akan disampaikan dan rencana tata ruang di sekitarnya.
3. Pilih yang sesuai jenis media (halaman web, presentasi, cetak buku, newsletter, atau brosur, dll) dan ukuran.
4. Mengidentifikasi target pemirsa tersebut, kemudian menulis dan mendesain publikasi, presentasi, atau situs web agar selalu berada dalam benak khalayak.
5. Mempertimbangkan kepentingan mereka, membaca tingkat, latar belakang, dll..
Komentar
Posting Komentar